Jatuh Cinta adalah kondisi dimana kamu membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk membalas sms darinya...
Rinciannya sebagai berikut :
5 menit untuk melting2, melayang2 ke dunia mimpi karena tumben2nya dia sms...
5 menit dihabiskan untuk membaca berulang2 maksud sms itu sambil menerka-nerka apa maksud isi sms-nya...
dan..
10 menit untuk merangkai kata2 yang pas, yang tepat dan seakan-akan semuanya harus perfect dan bisa membuat dia terkesan...dan pada akhirnya kamu harus menambahkan kata2 "Sbb (Sori baru balas), ada kerjaan tadi" atau "Sbb, baru sholat.." dan sbb2 yang lain yang keren tentu saja, kan ngga mungkin kalo kita nulis "Sbb, habis boker nih, rasanya tuh nikmat banget tadi, sumpah..." ngga penting banget dan langsung membuat ilfill dia dalam waktu sepersekian detik (lebay)...
Salam...SBP (Sori baru Posting...hehehe)
Rabu, 22 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Sebenarnya kita bisa...
Oke kali ini saya akan menulis sesuatu yang serius, hmm...(tumben-tumben, hehehehe...)
Saat ini saya masih di kantor kebetulan piket sampai pukul 8 WIB, berhubung Facebook,twitter, bahkan youtube di blokir sama admin di kantor gue, jadilah gue melarikan diri buat nulis di blog yang sudah cukup lama gue tinggalin, gue baru saja download lagu Carla Bruni-Lu Plus Beau du quartier, itu loh soundtrack di iklan Soffel (bukan merk pembalut wanita.lol), lagunya mantapp bangett kalo menurut gue, sangat2 easy listening and jazzy khas lagu2 perancis banget, paling ngga nahan sama sengau2nya si Carla itu loh,hehehe...
Well, tapi saya tidak ingin membahas tentang Carla Bruni atau lagu Perancis "Sengaunya"...saya akan membahas mengenai maraknya Brand pakaian impor yang sedang digandrungi remaja2 sekarang, Siapa sih ngga kenal Bi*la**ng, v*lco*, atau Oa*l*y?? itu loh pakaian yang "katanya" pakaian yang mahal tapi malah digandrungi anak2 muda, teman gue bahkan ada yang nabung sampai2 cuman makan Indomie setiap hari demi bisa tampil "trendi" dengan balutan brand2 itu (Gua sih, ogah, bagaimanapun urusan perut itu ngga bisa ditelorir,hehehe...).
Tau nggak kalo ternyata brand2 itu sebenarnaya ngga mahal malah jauh lebih murah daripada yang dibayangkan, ngga perlu bela2in makan Indomie tiap hari atau nabung berminggu2, Oke saya akan memberikan fakta yang ada kawan2, pertama brand2 itu ternyata kebanykan di Impor dari Vietnam negara tetangga kita, kedua saya akan membuktikan dengan hitung2an saya kalo harganya ternyata ngga mahal2 amat dengan hitung-hitungan saya...Sebagai contoh beberapa hari yang lalu PT.Volc*m Indonesia mengimpor Tas Backpack Vol*om dari Vietnam sebanyak 166 Karton dalam satu karton berisi 18 tas jd kalo dihitung2 jumlah backpack yang diimpor sebanyak 2.988 buah, di Aplikasi Impor kantor saya tertera CIF (Cost,Insurance,Freight atau dalam bahasa lain semua biaya yang dikeluarkan si pembeli dalam hal ini PT.Vol*om Indonesia atau semua biaya yang dikeluarkan si penjual apabila dalam perjanjiannya si penjual menanggung dulu semua biaya itu yang tentu saja akan dibayar oleh si pembeli nantinya) dari backpack tersebut 18.240 dollar kalo dikonversikan ke Rupiah jd Rp 164.652.480 (USD 1= RP 9.027, sumber www.beacukai.go.id). Nah sekarang tinggal membagi Rp 164.652.480 dengan jumlah 2.988 backpack akan didapat hasil Rp 55.104,57, ya harga "sebenernya" dari satu buah backpack itu cuma 55.104,57 cukup murah bukan?? ngga sampai ratusan ribu seperti kenyataan di pasar, ya, tentu saja karena kita belum memasukkan Bea Masuk,PPN,PPh yang harus dibayar si pembeli kedalam hitung2an kita. Tertera pada aplikasi impor BM=Rp 8.436.000, PPN= Rp. 17.715.00, PPh=Rp 4.429.000 faktor inilah yang menyebabkan harga satu backpack ini melinjak jauh padahal sebenarnya cuma sekitar 55.000. Dapat ditarik kesimpulan kalau backpack seharga itu tentu saja bukan terbuat dari bahan yang mahal atau spesial, mau rugi penjualnya?? jd sebenarnya produk2 dalam negeri yang harganya segitu juga sebenarnya ngga jauh beda kualitasnya mungkin dari segi bentuk atau cara pengerjaan saja kita kalah...tapi kalo dilihat dari SDM-nya masa' kita kalah sama orang2 Vietnam (barang berasal dari vietnam, jd saya asumsikan dibuat di sana dan dikerjakan orang vietnam sendiri dengan teknologi dan Standar Procedure dari Vol*om pastinya)...Hmmm???
INDONESIA BISA.....^_^
Langganan:
Postingan (Atom)